Rabu, 13 Juni 2012


Kata-kata mutiara

Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang
disampaikannya.
- Abu Al-Hasan 'Ali bin Abi Talib ra -

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran
keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat
yang berlebih-lebihan.
- Thales -

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya
dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak
membuthkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.
- Pythagoras -

Orang yang paling rugi adalah orang yang selalu menghiasi perjalanan
hidupnya dengan rasa kecewa, iri, dendam, dan kebencian. Padahal jiwa kita
ini bagaikan bejana kosong yang siap di isi oleh apapun keinginan
pemiliknya. jadi tidak ada pilihan lain, hiasinya hidup kita dengan
senyum, kasih sayang, dan keta'atan untuk beribadah pada-Nya.
- Dede Farhan Aulawi -

Suatu hari secara tiba - tiba saya dimarahi oleh seseorang yang tidak
jelas apa masalahnya. Pilihanku adalah "bersikap untuk balik memarahi"
atau "memaafkan dengan segala kerendahan hati", maka saya memilih untuk
memaafkannya, tanpa harus menunggu dia untuk meminta maaf.
- Dede Farhan Aulawi -

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah
sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
- Pythagoras -

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata
nista.
- Sokrates -

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat
berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.
- Sokrates -

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau
mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik
jiwamu karena telah menginginkannya.
- Sokrates -

Keindahan manusia terletak pada kemampuannya untuk menahan amarah atas
sikap dan ucapan orang lain yang menyakitkan dan mengecewakannya, arena
disanalah kan dapat ditemukan kebesaran jiwa.
- Dede Farhan Aulawi -

Jika engkau ingin mengetahui derajatmu di tengah masyarakat, maka
perhatikanlah orang yang engkau cintai tanpa alasan.
- Plato -

Kebaikan menyatukan orang-orang yang mencintainya meskipun mereka dalam
keadaan saling memarahi dan membenci.
- Plato -

Jika engkau mencintai dirimu, janganlah engkau memberikannya waktu untuk
melakukan kejelekan.
- Aristoteles -

Waktu... seminggu, sebulan, setahun, atau sepuluh tahun kan tetap kita
lalui. Apakah waktu itu kan dibiarkan lewat tanpa makna...atau akan terisi
penuh manfaat, tergantung sikap kita dalam menggunakannya. Hiasinya waktu
yang kita miliki dengan penuh kebaikan.
- Dede Farhan Aulawi -

Pedang bisa melukai tubuh, kata-kata bisa melukai jiwa.
- Homer sang Penyair -

Kebajikan adalah senjata yang ampuh bagi manusia, dan Kemalasan adalah
penghancur umur.
- Homer sang Penyair -

Orang yang mengetahui dirinya telah berdusta, dia tidak akan percaya
kepada orang yang jujur.
- Alexander dari Aphrodisias -

Jangan terlalu manis sehingga engkau ditelan, jangan terlalu pahit
sehingga engkau dimuntahkan.
- Demokrates -

Rasa aman dalam kemiskinan lebih baik daripada rasa gelisah takut dalam
kekayaan.
- Hippokrates -

Orang yang datang ke dunia harus seperti orang yang datang ke sebuah
pesta. Jika pelayan memberikan gelas, dia mengambilnya. Tapi jika tidak,
dia tidak mencari dan memintanya.
- Isokrates -

Lakukan kebaikan yang mungkin kau lakukan, karena kebaikan itu begitu
mulia sehingga sulit didapatkan, dan menjauhlah dari kejahatan, karena
engkau mampu melakukannya kapan saja kau mau.
- Anarcharsis -

Pintu perenungan yang paling mulia adalah yang berfaedah dalam
membedakan yang fana dengan yang baka.
- Abu al-Hasan al-'Amiri -

Jika seorang hamba telah merasa senang berhubungan dengan Tuhannya,
dunia telah menjadi akhiratnya.
- Abu al-Hasan al-'Amiri -

Diam lebih baik daripada berdebat dengan orang-orang bodoh.
- Abu 'Ali bin Miskawa'ih -

Orang yang zuhud pada dunia terasa ringan olehnya segala musibah.
- Abu 'Ali bin Miskawa'ih -

Bahagialah mereka yang saling berbagi Hikmah dan Pengetahuan karena
Allah,
Karena Allah menambah rasa Persaudaraan dan Kasih Sayang di antara
mereka.
- Wiyoso Hadi -

THURSDAY, JULY 07, 2005

KULIHAT CAHAYA - MU

Hari terus bergulir...
detik berganti menit...
menit berganti jam....
jam mendesak hari.....
Dan hari menyeret bulan.....
Akhirnya bulan meninggalkan tahun.......

Begitulah perguliran waktu nan semu
Ia berputar tak kenal lelah.........
Seperti pedati tak kenal henti......
Yang kan menggilas setiap kerikil perintangnya......

Sang waktu telah menjadi saksi....
perguliran cerita semua anak manusia....
Bahkan menimbulkan decak kagum alam semesta
Sekaligus sedih melihat umat yang banyak merintih

Bahagia dan nestapa hanyalah cerita
Tangisan dan ketawa hanyalah alunan nada
Yang menghiasi setiap ruang dan rongga
Yang pasti ditapaki oleh setiap anak manusia

Jangan Kau sedih dan pilu...wahai sahabatku......
Karna di sampingmu masih ada Aku....nan setia menemanimu
Karna di depanmu...Aku masih mau menuntun di jalanmu.....
Dan di belakangmu ...Aku kan slalu mendukung sepenuh semangatku
Bahkan Aku...selalu merindukanmu......
Dalam setaip do'a ku...selalu terpanjat namamu
Nama yang indah ...terukir dalam kalbuku
Nama yang harum....tertanam sepanjang desah nafasku
Nama yang terpatri ...dalam goa sanubariku

Kau lah nama indahku.....
Kau lah setiap getar bibirku.....
Kau lah segalanya dalam hidupku......
Kau lah bayang - bayang indah yang slalu menyertai langkahku

Ada rindu yang menggebu.....gelora yang membara
Ada nestapa yang menggoda.....dalam karang hasrat yang menggeliat
Ada riak yang terbelalak.....tak percaya pada asa
Ada alunan merdu yang merayu....dalam pusara beruntai do'a

Ya Rabb ku ampuni atas segenap kekhilafanku.....
Ampuni atas segala khilaf seluruh sahabatku.......
Ampuni segala khilah seluruh keluarga dan handai taulanku
Dalam simpuh Mu ku bersujud mengharap pintu maaf Mu
Sehingga Kami tergolong hamba Mu yang bersih dan ikhlas dalam menerima takdir-Mu

Ya Allah...telah kulihat cahaya-MU disana
Di sana......dibalik gumpalan awan nan indah
Semoga memancarkan kedamaian dan kebahagiaan
Menuju titian suci yang senantiasa ada dalam ridlo Mu. Amin

Wahai sahabatku semua......
Maafkan juga atas segala khilafku selama ini.....
Baik yang disengaja ataupun tidak.....
Semoga kita bisa menghadap sang Kholik dengan Ruh yang suci
Menjadi bersih...di hari Iedul Fitri


THURSDAY, JULY 07, 2005

APA PANTAS BERHARAP SURGA?

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,
itu pun sambil terkantuk-kantuk.
Sholat lima waktu?
Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah,
Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib.
Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan:.....
"Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan".
Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah? Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya....dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah.
Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya.Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap ....
Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka.
Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas ....
menuju sumber panggilan, ....
kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata. Baca Qur'an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya,
apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya.

Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar,
padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....
ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin.
Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.
Yang begini ngaku beriman? Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka ...
untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.
Sesekali mereka terhenti, ......tak melanjutkan bacaannya
ketika mencoba menggali makna terdalam ....
dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata.Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah ....
bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah ...
dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.
Bersedekah jarang, begitu juga infak.
Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet.
Syukur-syukur kalau ada receh.Berbuat baik terhadap sesama juga jarang,
paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudahlah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum.Apa sih susahnya senyum?
Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,
senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya,
juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain.
Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.
Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, ...
bahkan kepada musuhnya sekali pun.
Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh,
berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ....
ya tetangga sebelah kiri.
Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh,
tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari,
kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan.
Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.
Detik demi detik dada ini terus jengkel...
setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka ...
atau mendapatkan bencana.
Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini?
Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya ....
kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak.
Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula.
Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu?
Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri? Dengan adik tidak akur,
kepada kakak tidak hormat.
Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka,apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah.
Padahal mereka tak butuh apa pun ...
selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan ...
dengan segenap cinta.
Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.
Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?
Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih.
Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga.
Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu,
bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat ......
masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup,
kaki mulia tempat bersimpuh,
dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu.
Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu...
hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan. .....

Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua ....
ketika iedul Fitri yang baru berlalu ....???
Apakah hari itu....hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna.........???
Apakah siang harinya....kita sudah mengantuk....dan akhirnya tertidur lelap...?
Apakah kita merasa sulit tuk meneteskan air mata...???
atau bahkan kita menganggap cengeng......???
sampai sekeras itukah hati kita....???
Ya...Allah ....ya Rabb-ku......jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras......,
sehingga meneteskan air matapun susah.......
merasa bersih......merasa suci....
merasa tak bersalah......merasa tak butuh orang lain......
merasa modernis.....dan visionis.........
Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan.....
terlukis bayang hampa tanpa makna.....dan kebahagiaan semu penuh ragu.....Astaghfirullaah ......
Yaa Allah...ampunilah segenap khilaf kami. Amin


WEDNESDAY, JULY 06, 2005

KULIHAT ENGKAU SAUDARAKU

Wahai Saudaraku,....engkaukah itu....??

Kehidupan merupakan sebuah pulau di lautan kesepian
karang merupakan harapan,
pohon merupakan impian,
bunga merupakan keheningan perasaan,
dan sungai merupakan damba kehausan.


Hidupmu, wahai saudara-saudaraku,....
laksana pulau yang terpisah dari pulau yang lain. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu menuju wilayah lain,
entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu,
namun engkau tetap pulau yang sunyi,
menderita karena pedihnya sepi dan dambaan terhadap kebahagiaan.


Engkau tak dikenal oleh sesama insan,
terpencil dari keakraban dan perhatian. Saudaraku, kulihat engkau duduk di atas bukit emas serta menikmati kekayaanmu
bangga akan hartamu,...
yakin bahwa setiap genggam emas yang kau kumpulkan ...
merupakan mata rantai hasrat dan fikiran orang lain dengan dirimu. Di mata hatiku engkau bagaikan panglima besar yang memimpin bala tentara,
yang hendak menggempur benteng musuh...


Tapi setelah kuamati lagi, ...
yang nampak hanya hati hampa belaka,
yang tertempel di balik longgok emasmu,
bagaikan seekor burung kehausan dalam sangkar emas Kulihat engkau, saudaraku, ....
duduk di atas singgahsana agung;
di sekelilingmu berdiri rakyatmu yang memuji-muji keagunganmu,
menyanyikan lagu penghormatan bagi karyamu yang mengagumkan,
memuji kebijaksanaanmu,
memandangmu seakan-akan nabi yang mulia,
bahkan jiwa mereka melambung kesukaan sampai ke langit-langit angkasa.


Dan ketika engkau memandang kelilingmu,
terlukislah pada wajahmu kebahagiaan, kekuasaan, dan kejayaan,
seakan-akan engkau adalah nyawa bagi raga mereka. Tapi bila kupandang lagi, ...
kelihatan engkau seorang diri dalam kesepian,
berdiri di samping singgahsanamu,
menadahkan tangan ke segala arah,
memohon belas kasihan dari roh-roh yang tak nampak -mengemis perlindungan,
karena tersisih dari persahabatan dan kehangatan persaudaraan. Kulihat dirimu, saudaraku, ...
yang sedang mabuk asmara pada wanita jelita,
menyerahkan hatimu pada paras kecantikannya.
Ketika kulihat ia memandangmu dengan kelembutan dan kasih keibuan,
aku berkata dalam hati, ...
"Terpujilah Cinta yang mengisi kesepian hati manusia."


Namun, bilamana kuamati lagi,
di sebalik hatimu yang bersalut cinta terdapat hati lain yang kesunyian,
meratap hendak menyatakan cintanya pada wanita;
dan di sebalik jiwamu yang sarat cinta,
terdapat jiwa lain yang hampa,
bagaikan awan yang mengembara,
menjadi titik-titik air mata kekasihmu...


Hidupmu, wahai saudaraku, ...
merupakan tempat tinggal sunyi yang terpisah dari wilayah lain,
bagaikan ruang tengah rumah yang tertutup dari pandangan mata tetangga. Seandainya rumahmu tersalut oleh kegelapan,
sinar lampu tetanggamu tak dapat masuk meneranginya.
Jika kosong dari persediaan kemarau,
isi gudang tetanggamu tak dapat mengisinya.
Jika rumahmu berdiri di atas gurun,
engkau tak dapat memindahkannya ke halaman orang lain,
yang telah diolah dan ditanami oleh tangan orang lain. Jika rumahmu berdiri di atas puncak gunung,
engkau tidak dapat memindahkannya atas lembah,
karena lerengnya tak dapat ditempuh oleh kaki manusia.


Kehidupanmu, saudaraku, dibaluti oleh kesunyian,
dan jika bukan kerana kesepian dan kesunyian itu,
engkau bukanlah engkau, dan aku bukanlah aku. 



Jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu,
aku akan percaya kiranya aku memandang wajahmu,
itulah wajahku sendiri yang sedang memandang cermin. ..
sambil menatapi bentuk tulang - tulang rusukku....
dan bertanya,....
" Dimanakah tulang rusukku yang lain ...???? "


Kuharap Kau menjawab,...
" akulah tulang rusukmu yang hilang "....



WEDNESDAY, JULY 06, 2005

KADO RENUNGAN SEORANG TEMAN

Ada hasrat tak terungkap
Ada niat tak terucap
Ada geliat tak tertancap
Ada urat tak termengap

Disini nafas halusku desah mendesir
Seperti riakan air di sepanjang pesisir
Yang datang dan mengikis setiap pasir
Menghapus setiap guratan kata yang terukir

Kucoba torehkan namamu disana
Kucoba pahat namamu dalam karang yang menggangga
Kuukir di setiap kayu - kayu tak bernyawa
Kuingat dalam setiap detak ruh dalam raga

Kucoba berbisik pada alam...
Kucoba bertanya di tengah dinginnya malam
Kucoba teriak pada rembulan yang kan tenggelam
Tolong....Kau jawab....sebelum semangatku terbenam

Wahai jiwa - jiwa nan bersih
Atau setiap nyawa yang melayang karna tersisih
Jiwaku bertanya dalam tegaknya kaki yang tertatih - tatih
Di sini....ya di sini ku kan senantiasa menatapmu walau ruhaniku letih

Setiap kataku kan menjadi kunci abadi
Tuk melambangkan gerbang Agung di Istana Pasti
Sambil melamun...menerawang langit tak bertepi...
Inikah perjalanan panjang dengan sarung Brajamusti

Tahukah Kau...apa yang kulamunkan...?
Apakah hanya hayalan kosong tanpa harapan ??
Ataukah kebimbangan di tengah tajamnya Titian ???
Sekedar pasrah lemah....sebagai simbol ketak berdayaan..????

Dimanakah Engkau ketika kerongkonganku terasa sesak ?
Dimanakah Engkau ketika sekujur tubuhku meregang sakit ?
Dimanakah Engkau ketika ruh-ku mulai lepas ?
Dimanakah Engkau ketika tubuhku terbujur kaku ?
Dimanakah Engkau ketika jasadku dimandikan ? 
Dimanakah Engkau ketika ragaku dikafani ? 
Dimanakah Engkau ketika aku digotong menuju liang lahat?
Dimanakah Engkau ketika aku dimasukan ke liang lahat dan diurug tanah ?
Dimanakah Engkau ketika aku kesepian menyendiri dalam pengapnya kubur ?
Dimanakah Engkau ketika sekian lama aku dah mulai dilupakan ?

Adakah Kau masih mengingatku ?
Setidaknya setahun sekali menabur bunga di atas pusaraku...
Setidaknya memanjatkan do'a dalam setiap sholatmu.....
Atau setidaknya memanjangkan silaturahmi dengan sahabatku.....
Dan mengamalkan ilmu yang kusampaikan padamu...

Ataukah kau memandangku tidak lebih sekedar rongsokan sampah...
Atau mungkin sekedar bangkai bau yang menjijikan ..???
Atau tidak ada arti sama sekali dan hilang tak berbekas dalam ingatan ???
Dimanakah jalinan batin yang mengalir dalam setaip desir darahmu ???


THURSDAY, JULY 07, 2005

SELAMAT DATANG SAHABATKU

Setelah sekian hari mudik...
Dengan segala kelelahan dan pengorbananmu...
antrian dan kemacetan yang panjang....
dahaga dan haus dalam gerbong ketidakpastian...
letih berpuasa yang menyeringat...pening kepalamu
Lapar berkernyut - kernyut dilambung besarmu....
seolah menggelitik tuk membangunkan penyakit maag-mu
Itulah lukisan yang terdeskripsi dalam lamunanku...
lamunan tentang engkau...wahai sahabatku

Rasa gembira dan bahagia ketika kau tiba
Kau cium tangan ayahanda yang mulai keriput renta
Kau peluk ibu dalam dekapan penuh rindu
Kau kecup kening adik...yang melirik penuh cerdik
Kau menyapa kakak dengan haru penuh bangga...
Kau pun berkunjung pada handai taulan sambil berteriak penuh keceriaan
Dan mungkin kau tersipu malu ketika bertemu sang buah qalbu
Hasrat kuat ingin memeluk dan mengkecupnya......
Tapi sayang hijab garismu ...belum memperkenankanmu....

Tapi.....mungkin ada di antara kita......
yang tak bisa ceria seperti tersirat dalam cerita
karna orang - orang terkasih sudah pergi ntah kemana ???
karena mereka hanya bisa menanti....
menanti di balik papan - papan tanah merah
terbungkus kain kafan...ditemani cacing - cacing tanah.....

Kau kenang masa lalu-mu.....
ada yang bahagia....dan tak lupa kisah duka
hingga tak terasa air bening di pelupuk matamu
menyeringai hangat membasahi pipimu

Setelah adzan maghrib di penghujung Ramadhan berkumandang
Kau bergegas buka dengan penuh bahagia
Dan kadang lupa sholat, apalagi tuk memanjatkan do'a
dan takbirpun berkumandang bergemuruh di angkasa raya

Ketika orang bertakbir di mesjid...., kau ntah dimana ?
Ketika orang sibuk mengurus zakat, ...kau ntah sedang apa ?
Ketika orang menyaksikan takbir di Mekkah..., ntah kau sedang menonton apa ?
Ketika orang berjalan mendekati Allah,...ntah kau jalan - jalan kemana ?

Dan esok harinya........
Setelah kau sholat ied dan kembali ke rumah
Setelah kau bersimpuh di pangkuan orang tua....
Dengan guyuran air matamu
Setelah kau berdo'a di depan pusara....
Dengan segenap kerinduan dan kasih sayangmu
Setelah pergi...kini kau datang.......
Dan ku kan menyambutmu dengan dekap kasihku
Kan ku kalungkan untaian bunga kangen akan dirimu
Tak berharap apa - apa atas bawaanmu..
Kau datang dengan sehat dan selamat....dengan menenteng ceriamu
sudah merupakan kado terindah tuk bahagiaku

Selamat datang wahai sahabatku......
Mulailah mengisi hari - harimu dengan ceria
Mulailah segala aktivitas dengan semangat yang membara
Mulailah segala sesuatunya dengan tekad yang kuat membaja

Aku di sini kan selalu menatapmu
Aku kan selalu mendukung dengan segenap jiwa ragaku
Aku kan slalu berdo'a tuk kesuksesan dan kebahagiaanmu
Agar kau menjadi manusia mulia yang bisa dibanggakan keluargamu

Maafkan aku tak bisa memberi sesuatu
Maafkan aku tak bisa mengantarkanmu
Maafkan aku tak bisa menyambutmu secara langsung.....
Tapi percayalah...., bahwa hatiku t'lah menyambut hatimu di gerbang Harap-mu

Aku tak sempat mempersilakanmu
Aku tak sempat menyediakan air minummu
Aku tak sempat menyiapkan air hangatmu
Aku tak sempat menyiapkan makanan kesukaanmu
Bahkan aku tak sempat membereskan tempat tidurmu
Apalagi membersihkan dan mengharumkan istana peristirahatanmu

Tapi aku selalu mempersilakan tuk menyapa hatiku
Tapi aku telah menyediakan dahaga rindu akan qalbumu
Tapi aku telah menyiapkan kesegaran ruhanimu
Dan aku telah menyiapkan segala sesuatu kebutuhan bahagiamu
Tidak kah kau cium harum wewangi senyumanku
Yang menghiasi seluruh dinding - dinding kamarmu ?
Mungkin kau belum menyadarinya.......
tapi cobalah.....ketika nanti sore kau pulang dan menatap kamarmu....
rasakan dengan bathin terdalammu......

Caranya : .....??????
Pejamkan mata ketulusan......
Tarik nafas dalam - dalam.......
tegakkan hati dan fikiran ketauhidan......
Ber-tasbih, al Fatihah, sholawat, dan panjatkan do'a pada Tuhan
di sanalah kan bertengger hiasan - hiasan
Hiasan do'a ku tuk membangkitkan aura keikhlasan

Dan kini sapalah....para sahabat dekatmu....
sebar senyum indah nan tulus tuk seluruh rekan kerjamu
sampaikan salam tuk orang di lingkungannmu
Tulislah email tuk orang yang jauh darimu

Sambutlah pagi dengan senyum manismu
Sentuhlah embun pagi dengan hati bugarmu
Gerakan jemari tuk menyambut pekerjaanmu
Dan dengarlah detak hatiku dengan meraba tulisanku


THURSDAY, JULY 07, 2005

DOA-KU

Tuhan .., 
Tak seperti Air-Mu, yang mampu uraikan Batu-Mu
Benturan Kesulitanku 
tak mampu pecahkan hatiku yang membatu

Rendaman Kebahagian dan keberuntunganku 
tak mampu lunakkan hatiku yang membatuLewat Kuasa dan RidhoMu,

Smoga, sentuhan puasaku ....,
mampu lembutkan hatiku ..
.sehingga aku mampu terima cahayaMu lewat hatiku
dan seluruh bagian tubuhku dalam setiap hembusan nafasku 

Jadikan CahayaMu hidupkan Hatiku
Jadikan CahayaMu terangi Hidupku
Jadikan CahayaMu tunjukkan Jalan RidhoMu
Jadikan CahayaMU bimbing aku menuju surgaMu